Sabtu, 14 Januari 2017

Artificial Intelligence & Natural Language Processing

PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM CERDAS



Materi :
Artificial Intelligence dan Natural Language Processing



Disusun Oleh :
Nama   : Wahyuni Tri Utami
NPM   : 1C114169
Kelas   : 3KA26
Dosen  : Imam Ahmad Trinugroho, ST., MMSI.



FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016

KECERDASAN BUATAN
(ARTIFICIAL INTELLIGENCE)
A.    Kecerdasan Buatan
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) merupakan cabang ilmu komputer yang bertujuan untuk membuat sebuah aplikasi yang mampu menirukan cara kerja otak manusia, dengan menerima input pengetahuan dari pakar dalam bentuk fakta – fakta, teori, prosedur dan aturan, untuk kemudian diterapkan dalam proses pemecahan masalah di berbagai bidang.

Referensi :
Suparman, 1991. Mengenal Artificial Intelligence. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.

B.     Kecerdasan Buatan vs Kecerdasan Alami
Kecerdasan buatan memberikan kemampuan baru kepada komputer untuk memecahkan masalah dalam cakupan yang lebih luas, tidak hanya sebatas pada perhitungan dan penyimpanan data. Berikut beberapa perbedaan antara kecerdasan buatan dengan kecerdasan alami.
Kecerdasan Buatan
Kecerdasan Alami
       1.      Bersifat permanen
       2.      Memberikan kemudahan dalam                duplikasi dan penyebaran
       3.      Relatif lebih murah
       4.      Konsisten dan teliti
       5.      Dapat didokumentasikan
       6.      Lebih cepat dan lebih baik
       1.      Bersifat lebih kreatif
       2.      Dapat melakukan proses                            pembelajaran secara langsung
       3.      Fokus yang luas sebagai referensi              untuk pengambilan keputusan.

Referensi :

Desiani, Anita & Arhami, Muhammad, 2006. Konsep Kecerdasan Buatan. Yogyakarta : Penerbit Andi Offset.

C.    Sejarah Kecerdasan Buatan
Pada 1956, John McCarthy (yang setelah lulus dari Princeton kemudian melanjutkan ke Darthmouth College) meyakinkan Minsky, Claude Shannon, dan Nathaniel Rochester untuk membantunya melakukan penelitian di bidang automata, jaringan syaraf, dan pembelajaran inteligensia. Mereka mengerjakan proyek ini selama 2 bulan di Dartmouth. Hasilnya adalah sebuah program bernama Logic Theorist (LT) yang mampu berpikir non-numerik dan menyelesaikan masalah pemikiran. Program ini berhasil membuktikan teori – teori yang terdapat dalam buku Principia Mathematica oleh Russell dan Whitehead. Cabang ilmu mengenai studi jaringan saraf buatan ini pada awalnya bernama Komputasi Rasional, namun akhirnya dipilih nama Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan yang dikemukakan oleh McCharthy, yang digunakan hingga sekarang.

Referensi :
Russell, Stuart & Norvig, Peter, 2003. Artificial Intelligence, A Modern Approach, [online], (http://xgxy.cug.edu.cn/rjgcx/lzw/AI/AIMA-Second-Edition.pdf, diakses pada 9 Oktober 2016).

D.    Konsep Dasar Artificial Intelligence
            a)      Acting Humanly          : Pendekatan Uji Turing
            b)      Thinking Humanly      : Pendekatan Model Kognitif
            c)      Thinking Rationally    : The Laws of Thought Approach
            d)     Acting Rationally        : Ther Rational Agent Approach

Referensi :
Desiani, Anita & Arhami, Muhammad, 2006. Konsep Kecerdasan Buatan. Yogyakarta : Penerbit Andi Offset.

E.     Disiplin Ilmu Artificial Intelligence
            a)      Natural Language Processing (NLP)
            b)      Expert System (ES)
            c)      Pattern Recognition (PR)
            d)     Robotic

Referensi :
Abraham, David., Permana, Indra W., Nugraha, Rangga A., Alvian, Moch. & Hanif, 2015. Penyelesaian Masalah 8-Puzzle dengan Algoritma Steepest-Ascent Hill Climbing, [online], (http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jis/article/download/465/354 , diakses pada 27 September 2016).

NATURAL LANGUAGE PROCESSING (NLP)
Natural Language Processing atau Pemrosesan Bahasa Alami berguna untuk berkomunikasi dengan manusia dan untuk memperoleh informasi dari bahasa tertulis. Faktor umum dalam menangani tugas-tugas ini adalah penggunaan model bahasa : model yang memprediksi distribusi probabilitas dari ekspresi bahasa.

      1.      Model Bahasa
      Pada model bahasa terdapat dua bahasa, yaitu :
                  a)      Bahasa Formal
Bahasa formal seperti bahasa pemrograman Java atau Phyton telah mendefinisikan model bahasa. Bahasa formal memiliki aturan yang mendefinisikan makna dari sebuah program.
b)      Bahsa Alami
Sedangkan pada bahasa alami bersifat ambigu dan sangat sulit ditangani karena memiliki arti yang sangat luas dan terus berubah.

      2.      Klasifikasi Teks
     Klasifikasi teks dikenal sebagai kategorisasi yaitu memberikan dari beberapa jenis teks, memutuskan mana standar milik set kelas itu. Identifikasi bahasa dan klasifikasi genre adalah contoh dari klasifikasi teks. Dalam pendekatan model bahasa kita mendefinisikan satu model bahasa n-gram untuk P (Pesan|Spam) dengan pelatihan difolder spam, dan satu model untuk P(Pesan|Ham) dengan pelatihan di kotak masuk. Kemudian kita dapat mengklasifikasikan pesan baru dengan penerapan aturan Bayes.

      3.      Pengambilan Informasi
   Pengambilan Informasi (IR) merupakan suatu pencarian informasi yang biasanya berupa dokumen yang relevan dengan kebutuhan pengguna informasi sehingga dapat memenuhi keinginan user dari kumpulan dokumen yang ada. Contoh yang paling sering digunakan dalam sistem pengambilan informasi adalah search engine pada World Wide Web. Pengguna Web dapat mengetikkan query seperti [buku AI] ke serach engine dan melihat daftar halaman yang relevan.
Sistem pengambilan informasi dapat dicirikan oleh :
      a)      Korpus dokumen
      b)      Pertanyaan yang diajukan dalam bahasa query
      c)      Kumpulan hasil
      d)     Presentasi dari kumpulan hasil

      4.      Ekstraksi Informasi
     Ekstraksi Informasi (Information Extraction) adalah proses memperoleh pengetahuan dengan membaca sekilas teks dan mencari kejadian dari kelas objek dan hubungan antara objek-objek. Tugasnya adalah untuk mengesktrak contoh alamat dari halaman Web, dengan bidang database untuk jalan, kota, negara, dan kode pos; atau contoh badai dari laporan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan curah hujan. Dalam domain yang terbatas, hal ini dapat dilakukan dengan akurasi yang tinggi. Dalam domain umum, model linguistik yang lebih kompleks dan teknik belajar yang lebih kompleks diperlukan.

Kesimpulan
    Kecerdasan Buatan atau Arificial Intelligence memberikan kemampuan baru kepada komputer untuk memecahkan masalah dalam cakupan yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada perhitungan dan penyimpanan data. Jika kita memberikan basis pengetahuan (knowledge base) dan kemampuan inferensi (mengambil keputusan berdasarkan pengalaman) kepada komputer, maka bisa diterapkan pada aplikasi yang sebelumnya hanya bisa dikerjakan oleh manusia. Dengan demikian komputer menjadi lebih bermanfaat dan mampu meningkatkan produktifitas dan efisiensi kerja manusia.


   Salah satu disiplin ilmu Artificial Intelligence yaitu Naturan Language Processing (NLP) merupakan teknologi yang mempelajari struktur internal seseorang dan bagaimana struktur tersebut bisa didesain untuk tujuan yang bermanfaat bagi orang tersebut. Dapat dikatakan bahwa pada NLP merupakan proses mendesain atau mendesain kembali struktue internal seseorang, sesuai yang diinginkan.

Untuk lebih lengkap, silahkan download Artificial Intelligence
Untuk lebih lengkap, silahkan download Natural Language Processing

Jumat, 11 November 2016

OpenGL

Membuat Garis Horizontal, Vertikal dan Diagonal dengan OpenGL pada Dev C++
Pengertian OpenGL
OpenGL (Open Graphics Library) adalah spesifikasi grafik low-level yang menyediakan fungsi untuk pembuatan grafik primitif termasuk titik, garis, dan lingkaran. OpenGL digunakan untuk keperluan-keperluan pemrograman grafis. OpenGL bersifat Open-Source, multi-platform dan multi-language, serta digunakan untuk mendefinisikan suatu objek, baik objek 2 dimensi maupun objek 3 dimensi. OpenGL juga merupakan suatu antarmuka pemrograman aplikasi (Application Programming Interface (API)) yang tidak tergantung pada piranti dan platform yang digunakan, sehingga OpenGL dapat berjalan pada sistem operasi Windows, UNIX dan sistem operasi lainnya.
OpenGL melayani dua tujuan :
·        Untuk menyembunyikan kompleksitas dari interfacing dengan berbagai 3D accelerators, memamerkan oleh programmer dengan satu, seragam API.
·         Untuk menyembunyikan kemampuan yang berbeda dari hardware platform, oleh semua yang memerlukan mendukung implementasi penuh fitur OpenGL set (menggunakan software emulation jika diperlukan).
Bahasa pemrograman yang digunakan yaitu C++, pada pemrograman OpenGL menggunakan C++, diperlukan library tambahan  yaitu :
  1. glut.h yang dicopy ke drive:\Program Files\Dev C++ \include\GL
  2. glut32.lib  yang dicopy ke drive:\Program Files\Dev C++ \lib
  3. glut32.dll yang dicopy ke drive:\Windows\SystemWow64
Langkah-langkah untuk membuat garis vertikal, horizontal dan diagonal selengkapnya download disini : OpenGL

Rabu, 15 Juni 2016

Manajemen Layanan SI - Transition Planning And Support

INTRODUCTION (PENDAHULUAN)

Mengingat pentingnya transisi layanan dalam lingkungan hidup, hal ini tidak mengherankan bahwa salah satu proses utama dalam tahap ini melibatkan perencanaan dari semua kegiatan secara menyeluruh dan memastikan bahwa semua sumber daya yang diperlukan tersedia sebagaimana mereka diperlukan.

Kunci untuk transisi perencanaan adalah layanan desain paket, yang berisi semua detail relevan tentang perubahan.

Meskipun tidak bertanggung jawab untuk perencanaan rinci dalam setiap kegiatan perubahan atau rilis, transisi perencanaan dan dukungan memiliki lingkup yang luas yang mencakup:

- Menetapkan kebijakan, standar, dan model untuk layanan transisi kegiatan dan proses;
- Mengawasi kemajuan perubahan besar melalui semua proses transisi Layanan;
- Melakukan koordinasi dan mendahulukan sumber daya untuk mengaktifkan beberapa transisi akan dikelola tanpa konflik;
- Penganggaran untuk masa depan persyaratan untuk transisi Layanan;
- Meninjau dan meningkatkan kinerja transisi perencanaan dan dukungan kegiatan;
- Memastikan bahwa layanan transisi terkoordinasi dengan layanan Desain, manajemen proyek dan program dan kegiatan pengembangan layanan.

PURPOSE, OBJECTIVES AND VALUE (TUJUAN, SASARAN, DAN NILAI)
Tujuan dari proses ini adalah untuk merencanakan dan mengkoordinasikan Layanan transisi dan sumber daya yang diperlukan.

Tujuan dari transisi perencanaan dan dukungan adalah:

- Merencanakan dan mengkoordinasikan sumber daya untuk memastikan bahwa kebutuhan strategis dirancang tercapai dalam operasi;
- Koordinat transisi kegiatan proyek, pemasok dan tim layanan;
- Memastikan baru atau mengubah layanan diperkenalkan dalam anggaran, tepat waktu dan dengan kualitas yang tepat;
- Memastikan bahwa arsitektur, teknologi, proses dan metode pengukuran yang dilaksanakan dengan benar;
- Memastikan bahwa kerangka umum standar dapat digunakan kembali proses dan sistem pendukung yang diadopsi oleh semua;
- Menyediakan rencana yang jelas dan komprehensif yang memungkinkan pelanggan dan proyek proyek perubahan bisnis untuk menyelaraskan kegiatan mereka dengan rencana transisi Layanan;
- Mengidentifikasi, mengelola dan mengendalikan risiko, meminimalkan kemungkinan kegagalan dan gangguan di seluruh kegiatan transisi;
- Melaporkan masalah layanan transisi, risiko dan penyimpangan kepada pemangku kepentingan yang tepat dan pengambil keputusan;
- Memantau dan meningkatkan kinerja kegiatan transisi.

Nilai tertinggi berasal dari perubahan individu atau layanan-layanan baru yang digunakan. Perencanaan efektif transisi memungkinkan penyedia layanan untuk mendukung perubahan-perubahan serentak dan memastikan efisien koordinasi kegiatan dan sumber daya di beberapa proyek dan tim.

KEY ACTIVITIES (KEGIATAN UTAMA)

Output dari tahap desain layanan adalah layanan desain paket (SDP), yang mencakup banyak informasi yang diminta oleh tim layanan transisi. 
Ini mencakup:

- Layanan Piagam, menggambarkan diharapkan utilitas dan jaminan;
- Garis besar anggaran dan skala waktu;
- Layanan spesifikasi dan model;
- Pilihan desain arsitektur, termasuk setiap diketahui kendala;
- Definisi dan desain setiap rilis tertentu;
- Bagaimana Layanan komponen akan berkumpul dan terintegrasi ke dalam rilis paket;
- Rilis dan penyebaran rencana manajemen;
- Kriteria penerimaan layanan.

Tahapan siklus hidup Layanan transisi
SDP masing-masing harus menentukan tahapan siklus hidup untuk transisi layanan ini, dan gerakan melalui itu harus dikenakan formal cek (sering disebut sebagai 'kualitas gates')  didefinisikan sebagai kriteria masuk dan keluar. Tipe tahap yang termasuk:

- Memperoleh dan menguji konfigurasi baru item (CIs) dan komponen;
- Membangun dan komponen tes;
- Layanan release pengujian;
- Layanan operasional kesiapan uji;
- Penyebaran;
- Kehidupan awal dukungan;
- Review dan menutup layanan transisi.

Persiapan untuk Layanan transisi
Layanan transisi persiapan kegiatan meliputi:

- Meninjau dan menerima masukan dari layanan tahap siklus hidup;
- Meninjau dan memeriksa kiriman input (misalnya perubahan proposal, SDP, Layanan kriteria penerimaan dan evaluasi laporan);
- Mengidentifikasi, membesarkan dan penjadwalan permintaan untuk perubahan (RFC);
- Memeriksa bahwa secara garis besar tercatat dalam konfigurasi sistem manajemen (CMS) sebelum memulai layanan transisi;
- Memeriksa kesiapan transisi.

Perencanaan transisi pelayanan individual
Rencana transisi Layanan menggambarkan tugas dan kegiatan yang diperlukan untuk melepaskan dan menyebarkan sebuah rilis ke dalam lingkungan pengujian dan produksi, termasuk:

- Lingkungan kerja dan infrastruktur untuk transisi Layanan;
- Jadwal tonggak, tanggal penyerahan dan pengiriman;
- Kegiatan dan tugas untuk dilakukan;
- Kepegawaian, kebutuhan sumber daya, anggaran, dan skala waktu pada setiap tahap;
- Masalah kesehatan dan resiko yang akan dikelola;
- Lead time dan kontingensi.

Perencanaan yang terintegrasi
Manajemen dan perencanaan yang baik sangat penting untuk mensukseskan penyebaran ke dalam produksi di seluruh lingkungan yang terdistribusi dan lokasi. Hal ini penting untuk mempertahankan terintegrasi rencana transisi yang dikaitkan dengan menurunkan tingkat rencana, seperti membangun dan menguji rencana. Rencana ini harus diintegrasikan dengan perubahan jadwal dan penyebaran rencana manajemen. Membangun kualitas yang baik rencana di awal memungkinkan Layanan transisi untuk mengelola dan mengkoordinasikan Layanan transisi sumber daya (misalnya alokasi sumber daya, pemanfaatan, Penganggaran dan akuntansi).

Meninjau rencana
Semua rencana harus ditinjau ulang. Sedapat mungkin, unsur kontingensi harus dimasukkan berdasarkan pengalaman, termasuk pengetahuan variasi musiman dan faktor-faktor geografis, daripada mengandalkan pernyataan pemasok. Hal ini berlaku bahkan lebih untuk internal pemasok mana ada tidak ada kontrak formal.

Sebelum mulai rilis, transisi Layanan Perencanaan peran harus memverifikasi rencana dan memeriksa bahwa hingga saat ini, telah sepakat dan disahkan oleh pihak terkait, dan mencakup semua detail yang relevan (tanggal, penyerahan dll). Hal ini juga diperlukan untuk memeriksa bahwa semua biaya, dan aspek organisasi, teknis dan komersial telah dipertimbangkan dan bahwa keseluruhan risiko telah dinilai. Item konfigurasi perlu memeriksa kompatibilitas dengan satu sama lain dan lingkungan sasaran. Orang harus memahami dan mampu melaksanakan rencana. Akhirnya, pemeriksaan harus dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada bisnis atau perubahan desain telah diterjemahkan rilis.

Menyediakan dukungan proses transisi
Kegiatan utama meliputi:

- Menyediakan, atau mengatur dibuat tersedia, relevan nasihat dan bimbingan untuk tim proyek dan orang-orang yang melakukan tugas-tugas mendasar;
- Administrasi untuk mengelola layanan transisi perubahan dan pesanan kerja, masalah, risiko, penyimpangan, dan keringanan, dukungan untuk alat-alat dan proses transisi layanan, serta kinerja;
- Mengelola komunikasi dengan mengeksekusi rencana komunikasi mendefinisikan tujuan komunikasi, didefinisikan stakeholder, konten untuk setiap jenis, frekuensi (yang mungkin berbeda untuk setiap kelompok stakeholder pada tahap yang berbeda), format (surat berita, poster, email, laporan, presentasi dll) dan bagaimana keberhasilan akan diukur.

Kemajuan pengawasan dan pelaporan
Layanan transisi kegiatan harus dimonitor terhadap niat ditetapkan dalam model transisi dan rencana untuk memastikan kesesuaian. Laporan manajemen status setiap transisi akan membantu untuk mengidentifikasi ketika ada signifikan varians dari rencana, misalnya, manajemen proyek dan jasa manajemen organisasi dapat menanggapi sesuai.

Rencana transisi mungkin memerlukan amandemen untuk membawa mereka ke garis dengan realitas yang telah berubah sejak desain. Hal ini tidak sama dengan desain buruk atau kesalahan dalam memilih transisi model, tetapi hanyalah refleksi dari lingkungan yang dinamis.

Pemicu, input, output, dan antarmuka
Pemicu utama bagi perencanaan transisi tunggal adalah penerimaan perubahan resmi, meskipun perencanaan jangka panjang mungkin dipicu oleh penerimaan usulan perubahan. Penganggaran untuk masa depan transisi persyaratan akan dipicu oleh siklus perencanaan anggaran organisasi.

Input utama akan menjadi sebuah paket desain layanan, termasuk rilis paket definisi dan perancangan spesifikasi, tes dan penyebaran rencana, dan kriteria penerimaan Layanan (SAC).

Output akan strategi transisi, anggaran dan set terintegrasi rencana transisi layanan.

RELATIONSHIP WITH OTHER SERVICE MANAGEMENT PROCESSES (HUBUNGAN DENGAN PROSES MANAJEMEN LAYANAN LAINNYA)

Transisi merencanakan dan dukungan memiliki antarmuka program dan tim proyek dan pelanggan, juga ke hampir setiap lain bidang jasa manajemen termasuk:

- Layanan manajemen portofolio (SPM) dan menuntut manajemen, yang harus memberikan jangka panjang informasi tentang masa depan proposal dan kebutuhan sumber daya mungkin;
- SPM dan bisnis manajemen hubungan, membantu untuk mengelola komunikasi dua arah yang sesuai dengan pelanggan dan kegiatan-kegiatan perencanaan strategis;
- Semua bidang Jasa Desain, walaupun ini akan terutama melalui kontribusi mereka terhadap layanan paket desain;
- Manajemen pemasok, untuk memastikan bahwa sesuai kontrak di tempat;
- Proses transisi Layanan lainnya yang dikoordinasikan oleh transisi perencanaan dan dukungan;
- Layanan operasi fungsi untuk mengkoordinasikan pilot, penyerahan dan dukungan awal kehidupan;
- Teknis manajemen dan aplikasi manajemen, yang akan menyediakan personil yang diperlukan untuk melaksanakan banyak aspek Layanan transisi (misalnya untuk meninjau perubahan atau rencana penggunaan).

Proses perencanaan dan dukungan transisi menggunakan sistem manajemen pengetahuan layanan untuk memberikan akses ke berbagai informasi yang diperlukan untuk jangka pendek, menengah dan jangka panjang perencanaan.

METRICS (METRIK)
Setiap organisasi perlu mengembangkan sukses kritis faktor (CSF) dan indikator kinerja utama (KPI) berdasarkan tujuan mereka sendiri. Tak perlu dikatakan, mereka perlu dipantau dan bertindak atas bila diperlukan. 19.1 tabel berisi beberapa sampel CSF dan sejumlah kecil KPI khas yang mendukung CSF.

Table 19.1 Sample critical CSFs and a small number of typical KPIs that support the CSF





Senin, 18 April 2016

Business Relationship Management (Roles)

Hasil gambar untuk business relationship management                            

The key roles in Business Relationship Management (BRM) , which may or may not be assigned to a single person, are the business relationship process owner and the business relationship process manager. 
The first of these is accountable for the proper performance of the Business Relationship Management (BRM) process in relation to its aims and the agreed policies and standards for its operation. 
The second of these two roles is concerned with the operational management of the Business Relationship Management (BRM) process. Whether it is appropriate for these two roles to be combined in a single person depends on the scale of the organisation and its structure in relation to other System Management process. 
Larger service provider organisations may have several business relationship managers, perhaps described as account managers, who will report to the Bussiness Relationship Management (BRM) process manager and have responsibility for a single key customer or for a group of customer.


Peran
Kunci peran dalam Manajemen Hubungan Bisnis (BRM), yang mungkin atau tidak mungkin ditugaskan untuk satu orang, yaitu pemilik proses hubungan bisnis dan manajer proses hubungan bisnis. 
Yang pertama bertanggung jawab untuk kinerja yang tepat dari proses Manajemen Hubungan Bisnis (BRM) berkaitan dengan tujuannya dan disepakati berupa kebijakan dan standar untuk operasi. 
Kedua, dari kedua peran tersebut bersangkutan dengan manajemen operasional dari proses Manajemen Hubungan Bisnis (BRM). Apakah itu tepat untuk kedua peran ini untuk digabungkan dalam satu orang tergantung pada skala organisasi dan struktur terkait dengan proses Sistem manajemen lainnya. 
Organisasi penyedia layanan besar mungkin memiliki beberapa manajer hubungan bisnis, mungkin digambarkan sebagai manajer account, yang akan melaporkan kepada manajer proses Manajemen Hubungan Bisnis (BRM) dan memiliki tanggung jawab untuk kunci satu pelanggan atau sekelompok pelanggan.

Sumber :

Jumat, 18 Maret 2016

Manajemen

1. Teori Manajemen Menurut

a. James A.F Stoner
    James A.F Stoner mengatakan bahwa maajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengendalian terhadap pengguna sumber daya lain untuk mencapai suatu target yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi.

Perencanaan berarti merencanakan sesuatu yang akan dilakukan didalam organisasi tersebut.
Pengorganisasian berarti menentukan sumber daya, aktivitas dan kegiatan dalam organisasi tersebut.
Pengendalian berarti mengendalikan serta mengawasi perencanaan yang dilaksanakan.
Jadi, manajemen terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian.

b. Peter E. Drucker
   Peter E. Drucker mengatakan bahwa manajemen merupakan alat yang mengatur suatu bisnis dan manajer yang mengatur atau mengelola pekerja dan pekerjaannya.

Sumber :

2. Fungsi Manajemen

a. P.O.A.C (Planning, Organizing, Actuating, Controlling)
    - Planning yaitu perencanaan, berarti seorang manajer harus membuat rencana sebelum melakukan atau membuat sebuah proyek, dibuatnya suatu perencanaan bertujuan untuk mengatur proses kerja dengan tujuan yang ingin dicapai.
    - Organizing yaitu pegorganisasian, berarti bagian yang mengatur tim dan mengatur jadwal kerja tim, membuat laporan daftar anggaran pengeluaran dan pemasukan, dan mengatur ulang posisi dalam suatu tim untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut.
    - Actuating yaitu menggerakkan, berarti seorang manajer memiliki peran untuk mengarahkan pekerja sesuai dengan tujuan organisasi. Actuating tidak abstrak seperti perencanaan dan pengorganisasian karena dalam actuantung semuanya sudah disusun secara urut.
    - Controlling yaitu pengontrolan, berarti pengontroan sangat penting untuk menjaga pekerjaan di dalam organisasi. Semua fungsi POA (perencanaan, pengorganisasian, dan actuating) tidak akan bekerja dengan benar tanpa adanya pengontrolan.

b. P.O.L.C (Planning, Organizing, Leading, Controlling)
    - Planning yaitu perencanaan, berarti fungsi dari manajemen yang menetapkan tujuan dan menentukan tindakan untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan merupakan proses yang terdiri dari beberapa langakah, dan juga harus menetapkan tujuannya.
    - Organizing yaitu fungsi dari manajemen yang mengembangkan struktur organisasi dan sumber daya manusia untuk memastikan tercapainya tujuan tersebut. Pengorganisasian juga melibatkan desain individu pekerjaan dalam organisasi.
    - Leading yaitu memimpin, berarti melibatkan sumber-sumber sosial dan informal pengaruh yang digunakan untuk menginspirasi tindakan yang diambil oleh orang lain. Jika manager tersebut memimpin secara efektif maka bawahan mereka akan antusias tentang mengerahkan upaya untuk mencapai tujuan organisasi.
    - Controlling yaitu mengendalikan, berarti kinerja tidak menyimpang dari standar yang telah dibuat. Fungsi manajerial dalam mengontrol atau mengendalikan tidak boleh bingung, dalam artian perilaku . Manajer harus berusaha untuk mengendalikan atau memanipulasi kepribadian, sikap, dan lain-lain.

Sumber :

3. Proses Manajemen Menurut Henry Fayol

    - Perencanaan (Planning)
      Menyusun rencana atau tindakan yang menggabungkan kesatuan, kesinambungan, fleksibilitas. Membuat rencana merupakan tindakan yang paling sulit dari lima proses yang lainnya. Perencanaan harus dikoordinasikan pada tingkat yang berbeda dan dengan waktu yang berbeda.
    - Pengorganisasian (Organizing)
      Merupakan bagian yang menyediakan modal, personil (tim) dan bahan baku untuk menjalankan kegiatan sehari-hari dalam bisnis, serta membangun struktur untuk mengatur para pekerja. Peningkatan jumlah fungsi akan memperluas organisasi.
    - Memerintah (Commanding)
      Mengoptimalkan kembali kepentingan seluruh perusahaan yang sudah dilakukan oleh karyawan. Manajer yang sukses memiliki integritas pribadi, berkomunikasi dengan baik oleh bawahan, memberi pengetahuan yang mendalam tentang menciptakan persatuan, energi, inisiatif kepada para karyawan.
    - Koordinasi (Coordinating)
      Mempersatukan dan menyelaraskan kegiatan guna menjaga keseimbangan antara kegiatan organisasi seperti penjualan produksi dan pengadaan untuk produksi.
    - Pengendalian (Controlling)
      Manajer harus mengontrol perusahaan bahwa menjalankan kegiatan sesuai dengan kebijanak perusahaan. Hal ini menjadi tanggung jawab manajer untuk mengamati dan melaporkan jika terjadi penyimpangan.

Sumber :

4. Manajemen Role "Dr Henry Mintzberg"
 
    Dr Henry Mintzberg seorang peneliti manajemen yang mendefinisikan 10 peran manajer, tugas apa yang dilakukan oleh manajer.
Laporan penelitiannya berjudul "Managerial Work : Analysis From Observation" yang di terbitkan pada bulan Oktober tahun 1971.

Menurut Mintzberg peran manajerial sebagai berikut :

1. Informational Roles (Peran Informasi)
    Peran ini melibatkan peran asimilasi serta menyebarkan informasi ketika diperlukan. 
    Beberapa peran yang sering dilakukan oleh manajer :
    a. Monitor yaitu mengumpulkan informasi dari organisasi, baik dari dalam luar organisasi.
    b. Disseminator yaitu berkomunikasi informasi untuk organisasi anggota.
    c. Spokesperson-representing Juru bicara untuk mewakili organisasi luar.

2. Decisional Roles (Peran Keputusan)
    Peran ini melibatkan pengambilan keputusan. Peran ini dibagi menjadi 4, yaitu :
    a. Enterpreneur bertindak dalam memberikan ide-ide baru untuk memperbaiki dan meningkatkan           kinerja organisasi.
    b. Distrubance Handlers mengambil tindakan korektif ketika organisasi mengalami kesulitan                   penting.
    c. Resource Allocators Mengalokasikan dan mendistribusikan sumber daya dari semua jenis,                   termasuk waktu, peralatan dan sumber daya manusia.
    d. Negotiator mewakili organisasi dalam negosiasi utama yang mempengaruhi manajer.

3. Interpersonal Roles (Peran Interpersonal)
    Peran ini melibatkan kegiatan dengan orang-orang yang bekerja dalam organisasi. Peran ini mendukung peran informasi dan peran pengambilan keputusan.

Sumber :

5. Teori Organisasi Klasik Menurut
 
   a. Henry Fayol
      Teori administrasi dikemukakan oleh Henry Fayol. Henry Fayol mengambil pendekatan top-down untuk manajemen dengan berfokus pada praktek-praktek manajerial untuk meningkatkan efisiendi dalam organisasi.
Menurut Henry Fayol, administrasi manajemen didasarkan pada enam kegiatan, yaitu :
1. Teknis : Berkaitan dengan Produksi dan Manufaktur
2. Manajerial : Berhubungan dengan Perencanaan, Pengendalian, Koordinasi
3. Komersial  : Berhubungan dengan Pembelian dan Penjualan
4. Keuangan  : Berhubungan dengan Modal
5. Akuntansi  : Berhubungan dengan Aset, Kewajiban, Biaya dan Keuntungan
6. Keamanan : Berhubungan dengan Perlindungan dari Barang dan Orang.

Henry Fayol juga memiliki 14 prinsip manajemen, yaitu :
1. Division of work - Setiap pekerjaan harus dibagi menjadi tugas kecil dan harus ditetapkan sesuai dengan keahliannya.
2. Authority and responsibility - Hak untuk bertindak memberikan pesanan dan perintah sementara tanggung jawab berarti untuk mencapai tujuan.
3. Discipline - Fayol menyatakan disiplin dalam hal ketaatan, aplikasi, dan rasa hormat kepada atasan.
4. Unity of command - Bawahan harus menerima perintah hanya dari satu atasan.
5. Unity of direction - Semua yang bekerja dalam organisasi harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama di bawah satu rencana dan satu kepala.
6. Subordination of individual interest to common interest - Para pekerja bekerja demi kepentingan umum organisasi, bukan untuk kepentingan individu.
7. Remuneration - Pemberian upah harus adil dan memadai, Baik yang berhubungan dengan keuangan maupun yang tidak berhubungan dengan keungan.
8. Centralization - Harus ada satu titik tengah dalam organisasi yang melatih keseluruhan arah dan mengontrol dari semua bagian.
10. Order - Sebaik-baiknya hanya satu perintah dapat memberikan pengelolaan yang efisien.
11. Equity - Ekuitas akan menciptakan kesetiaan dan pengabdian antara karyawan.
12. Stability of tenure personnel - Dalam sebuah organisasi keamanan pekerjaan bagi karyawan sangat penting. Manajemen meprioritaskan pertahanan produktif karyawan.
13. Esprit de corps - Manajemen harus mendorong keselarasan dan pemahaman yang tepat antara para pekerja
14. Initiative - Manajer harus mendorong karyawan berinisiatif untuk kerja kreatif.

    b. Max Weber
      Teori birokrasi ini dikemukakan oleh Max Weber, teori birokrasi merupakan bentuk organisasi yang paling efisien. Teori ini dibangun pada prinsip-prinsip yang digariskan oleh Frederick Taylor dalam teri manajemen ilmiah. Weber menganjurkan sebuah sistem yang beradasarkan standar prosedur dengan rantai komando yang jelas.
Max Weber menguraikan prinsip-prinsip birokrasi ideal, dan juga bagaimana cara menghadapi bahaya birokrasi dengan benar.

Ada beberapa elemen kunci dari teori manajemen Max Weber, diantaranya :
- Mendefinisikan peran pekerjaan secara jelas
- Hirarki otoritas
- Prosedur standar
- Pencatatan teliti
- Memperkerjakan karyawan yang memenuhi kualifikasi tertentu untuk pekerjaannya

    c. Marry Parker Follett
     Menurut Marry Parker Follet dalam teori organisasi klasik terdapat hubungan antara manusia dengan tingkah laku. Didalam Organisasi terdapat sistem sosial dalam aspek psikologis dan sosiologis.
Ada 3 cara untuk menjalankan konflik secara konstruktif, diantaranya :
- Dominasi untuk menyelesaikan konflik - disini hanya ada satu pihak yang akan menang, yaitu pihak yang lebih kuat. Pihak yang kalah tidak akan puas dengan yang didapat dan akan mengakbatkan konsekuensi yang sangat jelek.
- Kompromi
- Integrasi untuk menyelesaikan konflik. Proses integrasi dibagi menjadi 3 yaitu : Identifikasi masalah yang ada, Analisis konflik dan pengembangan solusi, dan Mengantisipasi hasil.
Ada beberapa hambatan dalam proses integrasi :
1. Menganalisis dengan pengetahuan yang tinggi
2. Membutuhkan kreativitas dan inovasi yang tinggi
3. Membutuhkan lebih banyak sumber daya
4. Integrasi tidak dapat dicapai dengan kelompok

Sumber :
https://www.mindtools.com/pages/article/henri-fayol.htm
https://managementinnovations.wordpress.com/2008/12/04/henri-fayols-14-principles-of-management/
http://www.business.com/management/management-theory-of-max-weber/
http://www.bustingbureaucracy.com/excerpts/weber.htm
http://publicadministrationtheone.blogspot.co.id/2012/07/scientific-management-and-scientific.html

6. Teori Marchivellin

    Menurut Marchivellin seorang pemimpin harus mempriotaskan mana yang diperlukan terlebih dahuli untuk mempertahankan kekuasaan, serta menghindari hal-hal yang dapat membuat kekuasaan suatu organisasi hancur. Seorang pemimpin haruslah memiliki kualitas yang baik, serta memilih karyawan dengan baik.
     Nilai-nilai yang dianggap tinggi sangatlah berhubungan dengan kehidupan. Marchivelli menolak adanya hukum alam yang bersifat mengikat dan menguasai manusia.

Sumber :
http://www.philosophypages.com/hy/3v.htm
http://www.rodneyohebsion.com/machiavelli.htm

7. Teori Mao Zedong

     Teori tiga dunia merupakan teori yang dikembangkan oleh Mao Zedong yang menunjukkan bahwa dunia politik dan ekonomi terbagi menjadi tiga dunia. Menurut Mao dunia pertama terdiri dari negara adidaya, dunia kedua sekutu yang kaya, dan dunia ketiga bangsa nonaligned.
Teori Mao mengambil strategi perang gerilya yang dapat dipakai untuk merencanakan strategi yang berhubungan dengan bisnis perang.

Sumber :
http://www.britannica.com/topic/Maoism
http://maoist.wikia.com/wiki/Three_Worlds_Theory

8. Filosofi Frederick W. Taylor

    Federick W. Taylor (1856-1915) berhenti berfilsafat pada 4 prinsip dasar :
1. Ilmu pengetahuan, bukan aturan.
2. Harmony, tidak ada perselisihan.
3. Kerjasama, bukan individualisme.
4. Maksimum output, tempat terbatas output.
5. Perkembangan setiap orang dengan efisiensi terbesar dan kemakmuran.

Dalam pendekatan ini, teknik ilmiah diterapkan dalam perekrutan, pemilihan dan pelatihan pekerja dan juga digunakan untuk mengatasi berbagai masalah. Menurut Taylor manajemen ilmiah adalah mengetahui persis apa yang anda inginkan untuk melakukan dan melihat bahwa mereka telah melakukan yang terbaik.
Dengan demikian menurutnya manajemen ilmiah menerapkan dua kali lipat teknik:
1. penemuan metode terbaik melakukan pekerjaan tertentu.
2. metode terbaik atau metode yang bermanfaat untuk memenuhi situasi tertentu.

Sumber :
http://www.yourarticlelibrary.com/scientific-management/frederick-w-taylor-contribution-to-scientific-management/25624/
http://www.123helpme.com/management-theory-of-frederick-taylor-view.asp?id=163925

Kamis, 11 Februari 2016

Ketan Krispy

Ketan? banyak orang yang tidak suka dengan ketan. karena teksturnya yang terlalu lembek dan lengket. Disini saya akan memberikan inovasi makanan dari ketan, yaitu "ketan krispy".
Bahan-bahan yang diperlukan yaitu :
  1. Ketan 1/2 liter
  2. Santan 1/2 liter
  3. Telur 2 butir
  4. Tepung Roti
  5. Serundeng
  6. Garam Secukupnya
  7. Daun Salam 3 lembar
  8. Daun Pandan 2 lembar
  9. Sereh Secukupnya
Untuk mengetahui bagaimana cara membuatnya, silahkan klik link di bawah ini :

Selasa, 09 Februari 2016

Lampu Tidur Dari Barang Bekas

Punya botol plastik dan sendok plastik bekas dirumah? Tapi bingung mau diapain? Jangan di buang ya, barang bekas tersebut bisa kita manfaatkan. Botol bekas dan sendok plastik biasanya dibuang begitu saja, tetapi kalau kita memiliki kreatifitas yang tinggi, kita dapat mengubah barang bekas tersebut menjadi suatu barang yang memiliki nilai jual cukup tinggi.

Botol plastik dan sendok plastik yang dianggap limbah dan mengotori lingkungan ternyata dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang kerajinan yang benilai seni serta dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita dapat mengubah botol plastik dan sendok plastik menjadi lampu tidur yang cantik.

Saya akan menjelaskan bahan apa saja yang digunakan, dan cara membuatnya.

Bahan-Bahan :
  1. Sendok Plastik
  2. Botol Bekas
  3. Lem Tembak
  4. Lampu
  5. Kabel
  6. Fitting
  7. Pilox
  8. Gunting/Cutter
  9. Dudukan Lampu
  10. Pot Kecil


Cara Membuat :
  1. Patahkan gagang sendok plastik dan sisakan bagian cekungnya saja.
  2. potong bagian bawah dan mulut botol plastik.
  3. Beri warna menggunakan pilox pada sendok plastik yang sudah dipatahkan sebelumnya, diamkan dibawah sinar matahari agar cepat kering.
  4. Tempelkan sendok plastik pada botol, susun secara satu-persatu, dimulai dari bagian mulut botol plastik menggunakan lem tembak.
  5. Lubangi bagian bawah pot sesuai ukuran dudukan lampu. Pot ini digunakan untuk meletakkan lampu, dan sebagai tumpuan agar lampu tidur tersebut dapat berdiri.
  6. Gabungkan botol plastik yang sudah di tempel dengan sendok plastik dengan pot yang sudah dipasang dengan lampu.
  7. sambungkan kabel dengan fitting dan dudukan lampu.
  8. selesai.
Jika langkah-langkah diatas dilakukan dengan benar, maka hasilnya seperti gambar dibawah ini.



Business English 2

Motivation Letter April 17, 2018 The Graduate Scholarship Committee University Of Exeter In place Let me introduce myself....