Senin, 18 April 2016

Business Relationship Management (Roles)

Hasil gambar untuk business relationship management                            

The key roles in Business Relationship Management (BRM) , which may or may not be assigned to a single person, are the business relationship process owner and the business relationship process manager. 
The first of these is accountable for the proper performance of the Business Relationship Management (BRM) process in relation to its aims and the agreed policies and standards for its operation. 
The second of these two roles is concerned with the operational management of the Business Relationship Management (BRM) process. Whether it is appropriate for these two roles to be combined in a single person depends on the scale of the organisation and its structure in relation to other System Management process. 
Larger service provider organisations may have several business relationship managers, perhaps described as account managers, who will report to the Bussiness Relationship Management (BRM) process manager and have responsibility for a single key customer or for a group of customer.


Peran
Kunci peran dalam Manajemen Hubungan Bisnis (BRM), yang mungkin atau tidak mungkin ditugaskan untuk satu orang, yaitu pemilik proses hubungan bisnis dan manajer proses hubungan bisnis. 
Yang pertama bertanggung jawab untuk kinerja yang tepat dari proses Manajemen Hubungan Bisnis (BRM) berkaitan dengan tujuannya dan disepakati berupa kebijakan dan standar untuk operasi. 
Kedua, dari kedua peran tersebut bersangkutan dengan manajemen operasional dari proses Manajemen Hubungan Bisnis (BRM). Apakah itu tepat untuk kedua peran ini untuk digabungkan dalam satu orang tergantung pada skala organisasi dan struktur terkait dengan proses Sistem manajemen lainnya. 
Organisasi penyedia layanan besar mungkin memiliki beberapa manajer hubungan bisnis, mungkin digambarkan sebagai manajer account, yang akan melaporkan kepada manajer proses Manajemen Hubungan Bisnis (BRM) dan memiliki tanggung jawab untuk kunci satu pelanggan atau sekelompok pelanggan.

Sumber :

Jumat, 18 Maret 2016

Manajemen

1. Teori Manajemen Menurut

a. James A.F Stoner
    James A.F Stoner mengatakan bahwa maajemen merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengendalian terhadap pengguna sumber daya lain untuk mencapai suatu target yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi.

Perencanaan berarti merencanakan sesuatu yang akan dilakukan didalam organisasi tersebut.
Pengorganisasian berarti menentukan sumber daya, aktivitas dan kegiatan dalam organisasi tersebut.
Pengendalian berarti mengendalikan serta mengawasi perencanaan yang dilaksanakan.
Jadi, manajemen terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian.

b. Peter E. Drucker
   Peter E. Drucker mengatakan bahwa manajemen merupakan alat yang mengatur suatu bisnis dan manajer yang mengatur atau mengelola pekerja dan pekerjaannya.

Sumber :

2. Fungsi Manajemen

a. P.O.A.C (Planning, Organizing, Actuating, Controlling)
    - Planning yaitu perencanaan, berarti seorang manajer harus membuat rencana sebelum melakukan atau membuat sebuah proyek, dibuatnya suatu perencanaan bertujuan untuk mengatur proses kerja dengan tujuan yang ingin dicapai.
    - Organizing yaitu pegorganisasian, berarti bagian yang mengatur tim dan mengatur jadwal kerja tim, membuat laporan daftar anggaran pengeluaran dan pemasukan, dan mengatur ulang posisi dalam suatu tim untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut.
    - Actuating yaitu menggerakkan, berarti seorang manajer memiliki peran untuk mengarahkan pekerja sesuai dengan tujuan organisasi. Actuating tidak abstrak seperti perencanaan dan pengorganisasian karena dalam actuantung semuanya sudah disusun secara urut.
    - Controlling yaitu pengontrolan, berarti pengontroan sangat penting untuk menjaga pekerjaan di dalam organisasi. Semua fungsi POA (perencanaan, pengorganisasian, dan actuating) tidak akan bekerja dengan benar tanpa adanya pengontrolan.

b. P.O.L.C (Planning, Organizing, Leading, Controlling)
    - Planning yaitu perencanaan, berarti fungsi dari manajemen yang menetapkan tujuan dan menentukan tindakan untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan merupakan proses yang terdiri dari beberapa langakah, dan juga harus menetapkan tujuannya.
    - Organizing yaitu fungsi dari manajemen yang mengembangkan struktur organisasi dan sumber daya manusia untuk memastikan tercapainya tujuan tersebut. Pengorganisasian juga melibatkan desain individu pekerjaan dalam organisasi.
    - Leading yaitu memimpin, berarti melibatkan sumber-sumber sosial dan informal pengaruh yang digunakan untuk menginspirasi tindakan yang diambil oleh orang lain. Jika manager tersebut memimpin secara efektif maka bawahan mereka akan antusias tentang mengerahkan upaya untuk mencapai tujuan organisasi.
    - Controlling yaitu mengendalikan, berarti kinerja tidak menyimpang dari standar yang telah dibuat. Fungsi manajerial dalam mengontrol atau mengendalikan tidak boleh bingung, dalam artian perilaku . Manajer harus berusaha untuk mengendalikan atau memanipulasi kepribadian, sikap, dan lain-lain.

Sumber :

3. Proses Manajemen Menurut Henry Fayol

    - Perencanaan (Planning)
      Menyusun rencana atau tindakan yang menggabungkan kesatuan, kesinambungan, fleksibilitas. Membuat rencana merupakan tindakan yang paling sulit dari lima proses yang lainnya. Perencanaan harus dikoordinasikan pada tingkat yang berbeda dan dengan waktu yang berbeda.
    - Pengorganisasian (Organizing)
      Merupakan bagian yang menyediakan modal, personil (tim) dan bahan baku untuk menjalankan kegiatan sehari-hari dalam bisnis, serta membangun struktur untuk mengatur para pekerja. Peningkatan jumlah fungsi akan memperluas organisasi.
    - Memerintah (Commanding)
      Mengoptimalkan kembali kepentingan seluruh perusahaan yang sudah dilakukan oleh karyawan. Manajer yang sukses memiliki integritas pribadi, berkomunikasi dengan baik oleh bawahan, memberi pengetahuan yang mendalam tentang menciptakan persatuan, energi, inisiatif kepada para karyawan.
    - Koordinasi (Coordinating)
      Mempersatukan dan menyelaraskan kegiatan guna menjaga keseimbangan antara kegiatan organisasi seperti penjualan produksi dan pengadaan untuk produksi.
    - Pengendalian (Controlling)
      Manajer harus mengontrol perusahaan bahwa menjalankan kegiatan sesuai dengan kebijanak perusahaan. Hal ini menjadi tanggung jawab manajer untuk mengamati dan melaporkan jika terjadi penyimpangan.

Sumber :

4. Manajemen Role "Dr Henry Mintzberg"
 
    Dr Henry Mintzberg seorang peneliti manajemen yang mendefinisikan 10 peran manajer, tugas apa yang dilakukan oleh manajer.
Laporan penelitiannya berjudul "Managerial Work : Analysis From Observation" yang di terbitkan pada bulan Oktober tahun 1971.

Menurut Mintzberg peran manajerial sebagai berikut :

1. Informational Roles (Peran Informasi)
    Peran ini melibatkan peran asimilasi serta menyebarkan informasi ketika diperlukan. 
    Beberapa peran yang sering dilakukan oleh manajer :
    a. Monitor yaitu mengumpulkan informasi dari organisasi, baik dari dalam luar organisasi.
    b. Disseminator yaitu berkomunikasi informasi untuk organisasi anggota.
    c. Spokesperson-representing Juru bicara untuk mewakili organisasi luar.

2. Decisional Roles (Peran Keputusan)
    Peran ini melibatkan pengambilan keputusan. Peran ini dibagi menjadi 4, yaitu :
    a. Enterpreneur bertindak dalam memberikan ide-ide baru untuk memperbaiki dan meningkatkan           kinerja organisasi.
    b. Distrubance Handlers mengambil tindakan korektif ketika organisasi mengalami kesulitan                   penting.
    c. Resource Allocators Mengalokasikan dan mendistribusikan sumber daya dari semua jenis,                   termasuk waktu, peralatan dan sumber daya manusia.
    d. Negotiator mewakili organisasi dalam negosiasi utama yang mempengaruhi manajer.

3. Interpersonal Roles (Peran Interpersonal)
    Peran ini melibatkan kegiatan dengan orang-orang yang bekerja dalam organisasi. Peran ini mendukung peran informasi dan peran pengambilan keputusan.

Sumber :

5. Teori Organisasi Klasik Menurut
 
   a. Henry Fayol
      Teori administrasi dikemukakan oleh Henry Fayol. Henry Fayol mengambil pendekatan top-down untuk manajemen dengan berfokus pada praktek-praktek manajerial untuk meningkatkan efisiendi dalam organisasi.
Menurut Henry Fayol, administrasi manajemen didasarkan pada enam kegiatan, yaitu :
1. Teknis : Berkaitan dengan Produksi dan Manufaktur
2. Manajerial : Berhubungan dengan Perencanaan, Pengendalian, Koordinasi
3. Komersial  : Berhubungan dengan Pembelian dan Penjualan
4. Keuangan  : Berhubungan dengan Modal
5. Akuntansi  : Berhubungan dengan Aset, Kewajiban, Biaya dan Keuntungan
6. Keamanan : Berhubungan dengan Perlindungan dari Barang dan Orang.

Henry Fayol juga memiliki 14 prinsip manajemen, yaitu :
1. Division of work - Setiap pekerjaan harus dibagi menjadi tugas kecil dan harus ditetapkan sesuai dengan keahliannya.
2. Authority and responsibility - Hak untuk bertindak memberikan pesanan dan perintah sementara tanggung jawab berarti untuk mencapai tujuan.
3. Discipline - Fayol menyatakan disiplin dalam hal ketaatan, aplikasi, dan rasa hormat kepada atasan.
4. Unity of command - Bawahan harus menerima perintah hanya dari satu atasan.
5. Unity of direction - Semua yang bekerja dalam organisasi harus bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama di bawah satu rencana dan satu kepala.
6. Subordination of individual interest to common interest - Para pekerja bekerja demi kepentingan umum organisasi, bukan untuk kepentingan individu.
7. Remuneration - Pemberian upah harus adil dan memadai, Baik yang berhubungan dengan keuangan maupun yang tidak berhubungan dengan keungan.
8. Centralization - Harus ada satu titik tengah dalam organisasi yang melatih keseluruhan arah dan mengontrol dari semua bagian.
10. Order - Sebaik-baiknya hanya satu perintah dapat memberikan pengelolaan yang efisien.
11. Equity - Ekuitas akan menciptakan kesetiaan dan pengabdian antara karyawan.
12. Stability of tenure personnel - Dalam sebuah organisasi keamanan pekerjaan bagi karyawan sangat penting. Manajemen meprioritaskan pertahanan produktif karyawan.
13. Esprit de corps - Manajemen harus mendorong keselarasan dan pemahaman yang tepat antara para pekerja
14. Initiative - Manajer harus mendorong karyawan berinisiatif untuk kerja kreatif.

    b. Max Weber
      Teori birokrasi ini dikemukakan oleh Max Weber, teori birokrasi merupakan bentuk organisasi yang paling efisien. Teori ini dibangun pada prinsip-prinsip yang digariskan oleh Frederick Taylor dalam teri manajemen ilmiah. Weber menganjurkan sebuah sistem yang beradasarkan standar prosedur dengan rantai komando yang jelas.
Max Weber menguraikan prinsip-prinsip birokrasi ideal, dan juga bagaimana cara menghadapi bahaya birokrasi dengan benar.

Ada beberapa elemen kunci dari teori manajemen Max Weber, diantaranya :
- Mendefinisikan peran pekerjaan secara jelas
- Hirarki otoritas
- Prosedur standar
- Pencatatan teliti
- Memperkerjakan karyawan yang memenuhi kualifikasi tertentu untuk pekerjaannya

    c. Marry Parker Follett
     Menurut Marry Parker Follet dalam teori organisasi klasik terdapat hubungan antara manusia dengan tingkah laku. Didalam Organisasi terdapat sistem sosial dalam aspek psikologis dan sosiologis.
Ada 3 cara untuk menjalankan konflik secara konstruktif, diantaranya :
- Dominasi untuk menyelesaikan konflik - disini hanya ada satu pihak yang akan menang, yaitu pihak yang lebih kuat. Pihak yang kalah tidak akan puas dengan yang didapat dan akan mengakbatkan konsekuensi yang sangat jelek.
- Kompromi
- Integrasi untuk menyelesaikan konflik. Proses integrasi dibagi menjadi 3 yaitu : Identifikasi masalah yang ada, Analisis konflik dan pengembangan solusi, dan Mengantisipasi hasil.
Ada beberapa hambatan dalam proses integrasi :
1. Menganalisis dengan pengetahuan yang tinggi
2. Membutuhkan kreativitas dan inovasi yang tinggi
3. Membutuhkan lebih banyak sumber daya
4. Integrasi tidak dapat dicapai dengan kelompok

Sumber :
https://www.mindtools.com/pages/article/henri-fayol.htm
https://managementinnovations.wordpress.com/2008/12/04/henri-fayols-14-principles-of-management/
http://www.business.com/management/management-theory-of-max-weber/
http://www.bustingbureaucracy.com/excerpts/weber.htm
http://publicadministrationtheone.blogspot.co.id/2012/07/scientific-management-and-scientific.html

6. Teori Marchivellin

    Menurut Marchivellin seorang pemimpin harus mempriotaskan mana yang diperlukan terlebih dahuli untuk mempertahankan kekuasaan, serta menghindari hal-hal yang dapat membuat kekuasaan suatu organisasi hancur. Seorang pemimpin haruslah memiliki kualitas yang baik, serta memilih karyawan dengan baik.
     Nilai-nilai yang dianggap tinggi sangatlah berhubungan dengan kehidupan. Marchivelli menolak adanya hukum alam yang bersifat mengikat dan menguasai manusia.

Sumber :
http://www.philosophypages.com/hy/3v.htm
http://www.rodneyohebsion.com/machiavelli.htm

7. Teori Mao Zedong

     Teori tiga dunia merupakan teori yang dikembangkan oleh Mao Zedong yang menunjukkan bahwa dunia politik dan ekonomi terbagi menjadi tiga dunia. Menurut Mao dunia pertama terdiri dari negara adidaya, dunia kedua sekutu yang kaya, dan dunia ketiga bangsa nonaligned.
Teori Mao mengambil strategi perang gerilya yang dapat dipakai untuk merencanakan strategi yang berhubungan dengan bisnis perang.

Sumber :
http://www.britannica.com/topic/Maoism
http://maoist.wikia.com/wiki/Three_Worlds_Theory

8. Filosofi Frederick W. Taylor

    Federick W. Taylor (1856-1915) berhenti berfilsafat pada 4 prinsip dasar :
1. Ilmu pengetahuan, bukan aturan.
2. Harmony, tidak ada perselisihan.
3. Kerjasama, bukan individualisme.
4. Maksimum output, tempat terbatas output.
5. Perkembangan setiap orang dengan efisiensi terbesar dan kemakmuran.

Dalam pendekatan ini, teknik ilmiah diterapkan dalam perekrutan, pemilihan dan pelatihan pekerja dan juga digunakan untuk mengatasi berbagai masalah. Menurut Taylor manajemen ilmiah adalah mengetahui persis apa yang anda inginkan untuk melakukan dan melihat bahwa mereka telah melakukan yang terbaik.
Dengan demikian menurutnya manajemen ilmiah menerapkan dua kali lipat teknik:
1. penemuan metode terbaik melakukan pekerjaan tertentu.
2. metode terbaik atau metode yang bermanfaat untuk memenuhi situasi tertentu.

Sumber :
http://www.yourarticlelibrary.com/scientific-management/frederick-w-taylor-contribution-to-scientific-management/25624/
http://www.123helpme.com/management-theory-of-frederick-taylor-view.asp?id=163925

Kamis, 11 Februari 2016

Ketan Krispy

Ketan? banyak orang yang tidak suka dengan ketan. karena teksturnya yang terlalu lembek dan lengket. Disini saya akan memberikan inovasi makanan dari ketan, yaitu "ketan krispy".
Bahan-bahan yang diperlukan yaitu :
  1. Ketan 1/2 liter
  2. Santan 1/2 liter
  3. Telur 2 butir
  4. Tepung Roti
  5. Serundeng
  6. Garam Secukupnya
  7. Daun Salam 3 lembar
  8. Daun Pandan 2 lembar
  9. Sereh Secukupnya
Untuk mengetahui bagaimana cara membuatnya, silahkan klik link di bawah ini :

Selasa, 09 Februari 2016

Lampu Tidur Dari Barang Bekas

Punya botol plastik dan sendok plastik bekas dirumah? Tapi bingung mau diapain? Jangan di buang ya, barang bekas tersebut bisa kita manfaatkan. Botol bekas dan sendok plastik biasanya dibuang begitu saja, tetapi kalau kita memiliki kreatifitas yang tinggi, kita dapat mengubah barang bekas tersebut menjadi suatu barang yang memiliki nilai jual cukup tinggi.

Botol plastik dan sendok plastik yang dianggap limbah dan mengotori lingkungan ternyata dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang kerajinan yang benilai seni serta dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita dapat mengubah botol plastik dan sendok plastik menjadi lampu tidur yang cantik.

Saya akan menjelaskan bahan apa saja yang digunakan, dan cara membuatnya.

Bahan-Bahan :
  1. Sendok Plastik
  2. Botol Bekas
  3. Lem Tembak
  4. Lampu
  5. Kabel
  6. Fitting
  7. Pilox
  8. Gunting/Cutter
  9. Dudukan Lampu
  10. Pot Kecil


Cara Membuat :
  1. Patahkan gagang sendok plastik dan sisakan bagian cekungnya saja.
  2. potong bagian bawah dan mulut botol plastik.
  3. Beri warna menggunakan pilox pada sendok plastik yang sudah dipatahkan sebelumnya, diamkan dibawah sinar matahari agar cepat kering.
  4. Tempelkan sendok plastik pada botol, susun secara satu-persatu, dimulai dari bagian mulut botol plastik menggunakan lem tembak.
  5. Lubangi bagian bawah pot sesuai ukuran dudukan lampu. Pot ini digunakan untuk meletakkan lampu, dan sebagai tumpuan agar lampu tidur tersebut dapat berdiri.
  6. Gabungkan botol plastik yang sudah di tempel dengan sendok plastik dengan pot yang sudah dipasang dengan lampu.
  7. sambungkan kabel dengan fitting dan dudukan lampu.
  8. selesai.
Jika langkah-langkah diatas dilakukan dengan benar, maka hasilnya seperti gambar dibawah ini.



Sabtu, 30 Januari 2016

BUDAYA

Kata "kebudayaan berasal dari (bahasa Sanskerta) yaitu "buddayah" yang merupakan bentuk jamak dari kata "budhi" yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai "hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal". Pengertian Kebudayaan secara umum adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat dan setiap kecakapan, dan kebiasaan.  

Sedangkan menurut definisi Koentjaraningrat yang mengatakan bahwa pengertian kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil yang harus didapatkannya dengan belajar dan semua itu tersusun dalam kehidupan masyarakat. Senada dengan Koentjaraningrat, didefinisikan oleh Selo Soemardjan dan Soelaeman Soenardi, pada bukunya Setangkai Bunga Sosiologi (Jakarta :Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1964), hal 113, merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan masyarakat. 

Pengertian Kebudayaan dalam bahasa inggris disebut culture. merupakan suatu istilah yang relatif baru karena istilah culture sendiri dalam bahasa inggris baru muncul pada pertengahan abad ke-19. Sebelumnya pada tahun 1843 para ahli antropologi memberi arti kebudayaan sebagai cara mengolah tanah, usaha bercocok tanam, sebagaimana tercermin dalam istilahagriculture dan holticulture. Hal ini bisa kita mengerti karena istilah culture berasal dari bahasa Latin colere yang berarti pemeliharaan, pengolahan tanah pertanian. Pada arti kiasan kata itu juga berarti "pembentukan dan pemurnian jiwa". Seorang antropolog lain, E.B. Tylor (1871), dalam bukunya yang berjudul Primitive Culture (New York ; Brentano's, 1924), hal 1, yang mendefinisikan pengertian kebudayaan bahwa kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. 

Unsur-unsur kebudayaan digolongkan kepada unsur besar dan unsur kecil yang lazimnya disebut dengan istilah culture universal karena di setiap penjuru dunia manapun kebudayaan tersebut dapat ditemukan, seperti pakaian, tempat tinggal, dan lain sebagainya. Beberapa dari orang yang sarjana telah mencoba merumuskan unsur-unsur pokok kebudayaan, seperti Bronislaw Malinowski dan C. Kluckhoh. 

a. Bronislaw Malinowski
Bronislaw Malinowski menyatakan bahwa ada empat unsur pokok kebudayaan yang meliputi sebagai berikut..
- Sistem norma-norma yang memungkinkan kerja sama antaranggota masyarakat agar menyesuaikan dengan alam sekelilingnya. 
- Organisasi ekonomi
- Alat dan lembaga atau petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama). 
- Organisasi kekuatan (politik)

b. C. Kliucckhohn
Kliucckhohn menyebutkan ada tujuh unsur kebudayaan, yaitu sistem mata pencaharian hidup; sistem peralatan dan teknologi; sistem organisasi kemasyarakatan; sistem pengetahuan; bahasa; kesenian; sistem religi dan upacara keagamaan.

c. Herskovits
Herskovits memandang bahwa kebudayaan merupakan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain yang kemudian disebut sebagai superorganik.

d. Andreas Eppink
Kebudayaan mengandung bentuk dari keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

e. Edward Burnett Tylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan dari yang kompleks yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Sifat hakikat kebudayaan adalah ciri-ciri khusus dari sebuah kebudayaan yang masing-masing masyarakat yang berbeda. Pada masyarakat Barat makan sambil berjalan, bahkan setengah berlari adalah hal yang biasa karena bagi mereka the time is money. Hal ini jelas berbeda dengan masyarakat timur. Jangankan makan sambil berjalan, bahkan makan berdiri saja sudah melanggar etika. Walaupun demikian, secara garis besar, seluruh kebudayaan yang ada di dunia ini memiliki sifat-sifat hakikat yang sama. 


Sifat-sifat hakikat kebudayaan sebagai berikut.

- Kebudayaan terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia. 
- Kebudayaan telah ada terlebih dahulu mendahului lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan. 
- Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan tingkah lakunya. 
- Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang, dan tindakan-tindakan yang diizinkan. 

Semua kebudayaan senantiasa bergerak karena ia dinamis karena sebenarnya gerak kebudayaan adalah gerak manusia itu sendiri. Gerak atau dinamika manusia sesama manusia, atau dari satu daerah kebudayaan daerah lain, baik disengaja maupun tidak disengaja, seperti migrasi atau pengungsian dengan sebab-sebab tertentu. Dinamika dalam membawa kebudayaan dari suatu masyarakat ke masyarakat lain yang menyebabkan terjadinya akulturasi. 

Proses akulturasi kebudayaan dalam sejarah umat manusia telah terjadi pada umat atau bangsa-bangsa terdahulu. Dimana Adakalanya kebudayaan yang dibawa dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat setempat dan adakalanya ditolak, parahnya ada juga sekelompok individu yang tetap tidak menerima kebudayaan asing walaupun mayoritas kelompok individu di sekelilingnya sudah menjadikan kebudayaan tersebut bagian dari kebudayaannya. 


Pada umumnya, unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah sebagai berikut.

- Unsur Kebudayaan kebendaan, seperti alat-peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya, contohnya adalah pada alat tulis menulis yang banyak dipergunakan orang Indonesia yang diambil dari unsur-unsur kebudayaan barat. 
- Unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat besar misalnya radio transistor yang banyak membawa kegunaan terutama sebagai alat mass-media. 
- Unsur-unsur yang dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur tersebut, seperti mesin penggiling padi dengan biaya murah serta pengetahuan teknis yang sederhana, dapat digunakan untuk melengkapi pabrik-pabrik penggilingan. 


Unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima oleh suatu masyarakat adalah sebagai berikut.

- Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan, seperti ideologi, falsafah hidup, dan lainnya
- Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. Contoh yang sangat mudah adalah soal makanan pokok suatu masyarakat. Nasi merupakan makanan pokok sebagian besar masyarakat indonesia sukar sekali diubah dengan makanan pokok lainnya. 


Contoh Budaya Papua

1. Rumah Adat

Salah satu contoh rumah adat Papua dinamakan Honai. Honai merupakan rumah adat Papua yang dihuni oleh suku Dani. Rumah tersebut terdiri dari dua lantai yaitu lantai pertama sebagai tempat tidur dan lantai kedua untuk tempat bersantai, makan dan mengerjakan kerajinan tangan. Pintu Honai amat kecil, tanpa jendela dan atapnya terbuat dari rumput lalang.
Honai terbentuk seperti jamur dengan ketinggian sekitar 4m. Rumah itu luasnya sekitar12-16m. Dahulu anak laki laki diwajibkan berjaga jaga di Honai dari malam hingga pagi hari, sedangkan anak perempuan/para gadis boleh tidur di Honai secara berkelompok. Selain itu terdapat pula rumah yang berfungsi sebagai kuil animisme. Rumah itu berbentuk kerucut tinggi keatas.

2. Pakaian Adat

Pria Papua mengenakan pakaian adat berupa hiasan kepala, kalung yang terbuat dari gigi dan tulang hewan, kalung dari kerang, ikat pinggang dan sarung yang berumbai rumbai. Tombak beserta, tameng dengan hiasan yang khas ikut menyertai pakaian adatnya.
Wanitanya memakai kalung dari kerang dan gigi binatang, hiasan pada lengan serta pakaian berumbai rumbai.
3. Tari tarian Daerah Papua

a. Tari Selamat Datang, merupakan tari yang mempertunjukkan kegembiraan hati penduduk dalam menyambut para tamu yang dihormati.
b. Tari Musyoh, merupakan tari suci/keramat dalam upaya mengusir arwah orang meninggal karena kecelakaan.
c. Tari Mbes, merupakan tari garapan yang berfungsi sebagai tari penyambutan tamu. Yang unik dalam tari ini adalah adanya penggambaran tamu yang digotong dalam posisi berlentang pada sebuah perisai. Sementara tifa, yang ritmis dinamis ditengah perkikan perkikan khas, merupakan warna tersendiri bagi tari yang diangkat dari daerha Asmat ini.


PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

     DEFINISI
          Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, perkembangan adalah perihal berkembang. Selanjutnya, kata berkembang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ini berarti mekar terbuka atau membentang; menjadi besar, luas, dan banyak, serta menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan, dan sebagainya. Dengan demikian, kata “berkembang” tidak saja meliputi aspek yang berarti abstrak seperti pikiran dan pengetahuan, tetapi juga meliputi aspek yang bersifat konkret. Secara singkat, perkembangan adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah yang lebih maju.

     Menurut Neni Nurmayanti Husanah, Perubahan merupakan sesuatu yang unik karena perubahan – perubahan yang terjadi dalam berbagai kehidupan itu berbeda – beda dan tidak bisa disamakan, walaupun memmiliki beberapa persamaan dalam prosesnya. Sedangkan menurut Brian Clegg, Perubahan merupakan suatu kekuatan yang sangat hebat, yang dapat memotivasi. Lain lagi dengan A.B Susanto, menurutnya Perubahan adalah keniscayaan yang menyertai kehidupan, dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan menimpa siapa saja.

·         LANGKAH  LANGKAH PERUBAHAN
      Perubahan organisasi merupakan perubahan yang berkaitan dengan pengembangan, perbaikan, maupun penyesuaian yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja maupun sistem manajemen suatu organisasi. suatu organisasi tidak harus melaksanakan suatu perubahan. Hal ini merupakan suatu strategi untuk memenuhi beberapa keseluruhan tujuan dari suatu organisasi.
Langkah tersebut terdiri dari :

A. Mengadakan Pengkajian
  Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif.

B. Mengadakan Identifikasi
   Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.

C. Menetapkan Perubahan
   Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.

D. Menentukan Strategi
    Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.

E. Melakukan Evaluasi
   Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.

·         PERENCANAAN STRATEGI ORGANISASI
    Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan strategi dan pengembangan organisasi:

Pengamatan Eksternal
   Yaitu dengan memperhatikan kesempatan dan ancaman di segala aspek, baik ekonomi, politik, teknologi, budaya dan lainnya yang semua variable itu akan membentuk karakter organisasi. Metode ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Wayne E. Rosing, wakil Direktur pengembangan Sun Microsystems, Inc ”Tidak ada satupun yang memotivasi Sun kecuali ketakutan akan apa yang dilakukan oleh pesaing ”.

Pengamatan Internal
   Terdiri dari eavaluasi SDM dan struktur organisasi, dengan tujuan mengukur kesiapan SDM (inputs) strategi sekarang (process), kinerja (outputs) dan potensi dalam yang akan membentuk kedinamisan organisasi. Dalam internal terdapat dua variable yang penting, yaitu, Struktur dan Budaya. Struktur berkenaan dengan mekanisme, prosedural organisasi. Budaya adalah yang berkenaan dengan pola keyakinan dan pemikiran, aspirasi dan nilai-nilai yang diharapkan oleh semua anggota organisasi.

Perumusan Organisasi.
    Adalah pengembangan planing jangka panjang, dari menejemen yang efektif dari kesempatan dan ancaman yang disinergiskan dengan kondisi internal.

Misi.
   Misi Organisasi adalah tujuan atau alasan mengapa organisasi ada dan mempertegas keberadaan organisasi. Konsep misi yang disusun dengan sistemik dan general itu akan menjadikan ciri khas organisasi dengan organisasi yang lain, dan berperan terhadap uniknya nilai produk organisasi yang ditawarkan. Konsepsi misi yang apik juga dapat meminimalisir konflik internal yang dianggap kurang prinsip dan membantu meningkatkan intensitas diskusi dan kajian secara produktif. Namun sebelum mengembangkan misi, alangkah baiknya menetukan analisis stakeholder. Dalam hal ini stakeholder organisasi adalah, SDM, atau organisasi apapun dieksternal yang yang dapat melakukan perhatian yang dipengaruhi oleh hasil itu.

Tujuan.
  Adalah hasil akhir aktivitas perencanaan, dengan merumuskan apa dan kapan yang akan diselasaikan dengan mengukur sasaran.

Strategi.
  Strategi merupakan konsep perencanaan komprehensif tentang bagiamana organisasi dapat mencapai misi dan tujuan.

Kebijakan
   Adalah pedoman luas yang menghubungkan strategi dan implementasi. Kebijakan ini bersifat general yang nantinya akan diikuti dan disepesifikan dan di interpretasikan dan di implementasikan oleh devisi-devisi melalui strategi dan tujuan devisi masing-masing.

Implementasi strategi
   Adalah proses dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakan dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur.

Program
   Adalah pernyataan aktivitas-aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan pereencanaan sekali pakai.

Anggaran
   Adalah program yang dinyatakan dalam satuan uang, setiap program akan dinyatakan secara rinci dalam biaya, yang dapat digunakan oleh SDM untuk mengelola organisasi.

Prosedur
   Sering juga disebut dengan standard operating proscedures, yaitu langkah-langkah yang berurutan yang menggambarkan dengan rinci bagaimana suatu tugas atau pekerjaan diselesaikan.

Evaluasi dan Pengendalian

   Adalah proses yang melalui aktivitas-aktivitas dan hasil kerja dimonitor dan kinerja nyata dengan kinerja/program yang diinginkan. Hasil yang diharapkan dalam sebuah organisasi adalah bentuk peningkatan efektivitas organisasi : produk, efesiensi, dan kepuasan dalam jangka pendek, adaptasi dan pengembangan dalam jangka menengah, kemampuan berrtahan dalam jangka panjang.

Minggu, 20 Desember 2015

Desain dan Struktur Organisasi

I. Dimensi Struktur Organisasi
Hasil gambar untuk desain dan struktur organisasi
A. Struktur Organisasi

Struktur adalah cara sesuatu disusun atau dibangun organisasi yang merupakan suatu wadah berkumpulnya minimal dua orang untuk mencapai sebuah tujuan.
Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan.
Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
Struktur organisasi ialah susunan pembagian tugas secara formal yang ada dalam sebuah organisasi.

B. Desain Organisasi

Selain memiliki struktur, organisasi juga memiliki desain organisasi.
desain organisasi, Ivancevich (2008) mendefinisikannya sebagai proses penentuan keputusan untuk memilih alternatif kerangka kerja jabatan, proyek pekerjaan, dan departemen. Dengan demikian, keputusan atau tindakan-tindakan yang dipilih ini akan menghasilkan sebuah struktur organisasi.

Desain organisasi ini adalah sebuah proses yang meliputi enam elemen :
  1. Spesialisasi kerja : adanya pembagian kerja yang dibagi menjadi beberapa bagian.
  2. Pembagian departemen : Berdasarkan fungsi, produk, letak geografis, proses, dan jenis costumer
  3. Ada rantai komando : Sehingga banyaknya karyawan yang dibawahi harus dibatasi agar efektif dan efisien
  4. Sentralisasi : pengambilan keputusan secara terpusat pada level atas perusahaan
  5. Desentralisasi : pengambilan keputusan dari level bawah yang terkait langsung dengan aksi
  6. Formalisasi : ada standardisasi pada setiap organisasi sehingga perilaku karyawan mengikuti aturan dan prosedur yang telah ditentukan

Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.

1. Formalisasi
Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.

2. Sentralisasi
Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.

3. Kerumitan
Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.

II. Departementalisasi

Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. 

Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
  1. Fungsi
  2. Produk atau jasa
  3. Wilayah
  4. Langganan
  5. Proses atau peralatan
  6. Waktu
  7. Pelayanan
  8. Alpa-numeral
  9. Proyek atau matriks
Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi.

kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.

Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.

Departementalisasi Divisional :Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).

Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

III. Model - Model Desain Organisasi

Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.

1. Desain Organisasi Mekanistik.
Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.

2. Desain Orgranisasi Orgranik.
Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub unit di dalamnya.

Sumber :

Business English 2

Motivation Letter April 17, 2018 The Graduate Scholarship Committee University Of Exeter In place Let me introduce myself....